Selasa, 27 Desember 2016

Beriman Kamu Percaya???

Apa itu iman ? Iman berarti percaya, tapi apakah kalian percaya benar-benar percaya?? Kamu percaya kalau langit, bumi, lautan diciptakan Allah SWT tapi kenapa kalian seakan lupa setiap perbuatan baik dan buruk Allah SWT mengetahuinya.

Apakah ini jaman yang paling ditakutkan Rasulullah SAW dimana umat bertanda sebagai berikut

~Pendusta dikatakan benar dan orang benar dikatakan pendusts
-Menjual agama demi kepentingan dunia.
~Kefasikan yg merajalela
~Umat islam banyak yang d bantai ( Walaupun banyak tp umat islam hanya seperti buih d lautan)
~Banyak yg mencontoh budaya yahudi
~Ulama sudah tidak di pedulikan
~Banyak Golongan anti Hadits
~Banyak Perangkap Riba
~Manusia mulai tidak peduli dengan penghasilannya haram atau halal
~Merebaknya khamar
~Maraknya perzinaan
~Banyak perempuan berpakaian tp telanjang
~Peperangan demi peperangan
~Waktu terasa sangat pendek
~Banyak perselisihan
~Islam menjadi asing
~Dan akhirnya Islam akan pudar perlahan

Kita tidak mau hal itu terjadi, peliharalah iman kita sehingga kita tidak termasuk orang-orang yang kerugian

Minggu, 25 Desember 2016

Muhammad SAW Membelah bulan??

Mukjizat bagi para nabi untuk membuktikan kenabiannya memang cukup banyak , contohnya mukjizat nabi Muhammad SAW yang bisa mengeluarkan air di sela-sela jarinya , awan yang selalu mengikutinya dll , dan sekarang salah satu mukjizat Nabi yang membelah bulan telah di temukan oleh NASA

“Dari Abdullah Berkata bahwa ‏Bulan terbelah menjadi dua bagian di zaman Rasulullah, kemudian Rasulullah Saw bersabda: “Saksikanlah, Dalam diriwayat lain dijelaskan bahwa  Ketika kaum Kafir Makkah meminta Rasulullah untuk memperlihatkan tanda-tanda kebesaran Allah serta menguji kebenaran Risalah baginda Rasulullah dengan memintanya Membelah Bulan, maka Allah Swt mengabulkan Doa beliau hingga pada malam hari tampaklah bulan terbelah menjadi Dua bagian, di mana bagian lainnya berada di sisi  Gunung Safa dan bagian lainya di sisi Gunung Qaikaan dan terlihat di antaranya bukit Hira , tapi mereka Kafir Makkah malah mengingkari Mukjizat tersebut dan berkata: “Muhammad telah Menyihir Kita”, kemudian sebagiannya berkata:  “ jika benar kita tersihir dia tidak akan bisa menyihir semua manusia Maka tunggulah sampai datang berita dari Orang-orang yang melakukan perjalanan jauh, ketika mereka (para Musafir) tiba mereka pun mengatakan bahwa mereka menyaksikan hal yang serupa. Tetapi Kaum Kafir Makkah tetap mengingkari Mukjizat tersebut dan berkata : “…(Ini adalah) sihir yang terus menerus,” (HR. Muslim: 7249).

Beranjak dari berbagai Riwayat yang serupa, dapat disimpulkan bahwa kejadian itu tidak hanya disaksikan oleh kaum Kafir Makkah saja tetapi Manusia yang berada di tempat selain Makkah pun pada waktu itu dapat menyaksikan peristiwa itu seperti yang dilakukan oleh Abu Jahal bahwa dia pernah menunggu para pedagang yang berdatangan dari berbagai Negeri jauh (seperti Syam) untuk menanyakan Peristiwa tersebut, maka mereka juga menyaksikan hal tersebut.

Penemuan ilmuwan NASA

Ilmuwan NASA Telah mengungkapkan bawah di bulan terdapat celah dengan panjang beberapa ratus kilometer, kemudian mereka pun menemukan beberapa celah lain di permukaan Bulan yang sampai sekarang belum diketahui penyebab retakan terebut, beberapa Ilmuwan lain beranggapan bawah celah tersebut bekas dari cairan Lava hanya saja spekulasi ini sebatas teori yang tidak terbuktikan, terdapat Sejumlah besar celah pada permukaan bulan, dan beberapa di antaranya mensimulasikan `Retakan yang tersambung` seolah-olah kita berada di depan permukaan logam retak kemudian merapat !, Ilmuwan NASA menyebut fenomena ini sebagai: `rilles are still a topic of research` yang berarti fenomena celah ini masih dalam proses penelitian, Bahkan hingga sekarang pun celah ini masih membingungkan para ilmuwan dalam menjelasan penyebabnya, dan semua teori yang mereka kemukakan jauh dari kenyataan gambar yang diperoleh oleh NASA.

Ikhlas

Aku bukanlah kamu
Aku juga bukan dia
Aku tak seperti ceritamu
Karena ku terlampau sederhana

Bukan itu!
Bukan seperti itu!
Aku hanya menerima keadaan
Aku hanya bisa memperhatikan

Aku tak seperti kamu
Aku tak seperti dia
Aku juga tak seperti mereka
Karena ku terlampau sederhana

Lihat!
Lihatlah!
Lihatlah aku!
Apa aku seperti itu

Aku tak mampu berkata keras jika terluka ku pilih diam
Menyakiti orang bukan keahlianku
Membenci seseorang ? Aku tak bisa

Lihatlah! !
Aku pernah mengucapkan ?!
Kau mendengarnya ?!
Langsung dari mulutku?!

Tidak kan!!
Karena itu bukan aku
Itu bukan jiwaku
Tak pernah ku seperti itu

Aku tak seperti kamu
Aku tak seperti dia
Aku juga tak seperti mereka
Karena ku terlampau sederhana

Karena aku selalu ikhlas menerima

Cuma Masa Lalu

Ketika semua telah berakhir
Ketika harapan kita tlah sirna
Ketika janji yang suci ternodai
Walau kini tinggal namanya masa lalu

Aku mungkin tlah lupa
Janji janji yang tlah sirna
Cinta yang dulu suci
Kini tinggal hati tertusuk duri

Air mata yang ku tumpahkan
Hanya bisa Takan dibiarkan
Kau melihatnya atau menghapusnya
Karena luka ini takan sembuh olehmu

Pergi saja?
Pergi saja !!

Aku takkan mencarinya
Aku takkan memanggilmu
Bukan karena ada penggantimu
Tapi aku terlalu terluka karena cintamu

Takan pernah aku berharap
Takan pernah aku meminta
bahkan Takan lagi aku berdoa
Hanya demi kamu

Tapi aku akan berharap
Aku akan meminta
Aku akan berdoa

Untuk calon imamku dan itu bukan kamu

Sabtu, 24 Desember 2016

Akhirat Siap??

Bosan mungkin itu hal yang semua orang pernah rasakan, hanya sendiri dan tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan rasa bosan.

Kenapa tidak melakukan ibadah?? Jarang sekali orang memikirkan ini apalagi ditengah era generasi Z, generasi yang sangat aktif di dunia maya.

Ibadah seringkali terlupakan oleh generasi sekarang ini, mereka terlalu asik dengan dunia Maya mereka hingga lupa bagaimana menjalankannya secara langsung, mereka terbiasa dengan like, love, share di dunia Maya. Ada baiknya tapi juga ada dampak negatifnya.

Kebanyakan lupa ada dunia yang nyata dimana mereka hidup dan tinggal, bahkan mereka juga kadang lupa bahwa ada dunia yang harus mereka persiapkan yaitu akhirat.

Banyak sekarang ini di media sosial umbaran kebencian kata-kata kasar, adu domba yang terjadi, kenapa tidak persaudaraan, saling menghargai, saling menjaga, dan saling mencintai.

Kenapa????

Karena kita lupa, lupa bahwa ada dunia setelah dunia ini, ada alam setelah alam ini, ada yang harus kita pertanggung jawabkan setelah kita mati

Ibadah
Amalan
Tanggung jawab
Ilmu yang bermanfaat
Amanah

Dan segala sesuatunya yang berhubungan dengan kita dan dunia ini akan dimintai pertanggung jawabannya

Dunia ini penting tapi apakah kita siap satu dua jam lagi kalau dijemput malaikat pencabut nyawa, yah pasti belum, masih banyak kekurangan yang kita lakukan dan sedikit amalan kita perbuat, mulailah meluangkan waktu untuk ibadah dimulai dengan istighfar, astagfirullah.

Nasehatku Tuk Diriku ...

Sebuah nasehat untuk semua, ingatlah sepanjang hayat ! Petik darinya manfaat... Yaa, kita sangat perlu akan pesan-pesan yang seperti ini. Bukan kah tak jarang kita melihat diri ini seolah bersih, dan melihat orang lain dengan pandangan merendahkan ditambah sok merasa risih.
Ketika datang nasehat, pandangan mata langsung tertuju pada fulan. Seolah hati berkata, "Fulan sangat butuh akan nasehat ini". Mengapa kita tidak bersikap bijak. Bukankah dengan ini menunjukkan bahwa kita sebenarnya lebih berhak akan nasehat ketimbang malah merasa hebat.
Berikut pesan Ibnul Qayyim rahimahullah,
Beliau rahimahullah pernah berujar :
"من عرف نفسه اشتغل بإصلاحها عن عيوب الناس"
"Siapa yang benar-benar tahu akan kondisi dirinya yang sebenarnya, niscaya pasti ia akan sangat sibuk untuk terus memperbaikinya dan akan menjadikannya lupa dari mengorek aib orang lain.

al-Fawa'id (Hal. 60, Cet. Daar al-Kitaab al-'Arobiiy).
Jelas lagi lugas. Itulah setidaknya dua sifat yang ada pada nasehat Ibnul Qayyim di atas. Tak perlu penjelasan yang berpanjang lebar. Hanya perlu dari kita "Perwujudan akan nasehat ini". Tak lebih !              

Fawaa'id lil Madaniy

Wong san

Jumat, 23 Desember 2016

Pagiku khilafku

Sembari mataku yang masih terlelap
Alunan pangilanmu kian redup terngiang
Entah aku yang terlelap
Mungkin juga karena aku telah terbiasa

Maaf bukan aku tak menghiraukan pangilanMu
Aku terhanyut dalam mimpiku
Dimana dunia menguasai ku
Aku lupa kemana akan kembali

Terlalu lama aku lupa
Terlalu lama aku jauh
Terlalu lama aku tenggelam
Terlalu lama aku terbuai

Dalam dunia

Aku lupa akan kemana aku pergi
Aku lupa kemana aku harus bercerita
Aku lupa kemana aku harus meminta
Aku lupa kemana aku harus menyembah

Bukan pada dunia yang sesaat ini aku akan hidup
Bukan di dunia yang sesaat ini aku harus bahagia

Terlalu aku terlalu bahagia di dunia ini
Aku lupa, aku lupa kemana aku akan pergi
Lihatlah tanah ini,disini aku akan kembali
Menunggu datangnya hari dimana hari itu hari terakhir bumi

Dimana hari aku akan kembali
Dimana aku akan dibangkitkan
Dimana aku akan dihakimi
Dan dimana aku akan diadili

Oh Tuhan maafkan terlalu lambat hamba teringat
Terlalu banyaknya gunung dosaku padaMu
Hanya penyesalan yang mendalam di hati ku
Dan hanya taubatlah yang bisa hamba lakukan