Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Desember 2016

Ikhlas

Aku bukanlah kamu
Aku juga bukan dia
Aku tak seperti ceritamu
Karena ku terlampau sederhana

Bukan itu!
Bukan seperti itu!
Aku hanya menerima keadaan
Aku hanya bisa memperhatikan

Aku tak seperti kamu
Aku tak seperti dia
Aku juga tak seperti mereka
Karena ku terlampau sederhana

Lihat!
Lihatlah!
Lihatlah aku!
Apa aku seperti itu

Aku tak mampu berkata keras jika terluka ku pilih diam
Menyakiti orang bukan keahlianku
Membenci seseorang ? Aku tak bisa

Lihatlah! !
Aku pernah mengucapkan ?!
Kau mendengarnya ?!
Langsung dari mulutku?!

Tidak kan!!
Karena itu bukan aku
Itu bukan jiwaku
Tak pernah ku seperti itu

Aku tak seperti kamu
Aku tak seperti dia
Aku juga tak seperti mereka
Karena ku terlampau sederhana

Karena aku selalu ikhlas menerima

Cuma Masa Lalu

Ketika semua telah berakhir
Ketika harapan kita tlah sirna
Ketika janji yang suci ternodai
Walau kini tinggal namanya masa lalu

Aku mungkin tlah lupa
Janji janji yang tlah sirna
Cinta yang dulu suci
Kini tinggal hati tertusuk duri

Air mata yang ku tumpahkan
Hanya bisa Takan dibiarkan
Kau melihatnya atau menghapusnya
Karena luka ini takan sembuh olehmu

Pergi saja?
Pergi saja !!

Aku takkan mencarinya
Aku takkan memanggilmu
Bukan karena ada penggantimu
Tapi aku terlalu terluka karena cintamu

Takan pernah aku berharap
Takan pernah aku meminta
bahkan Takan lagi aku berdoa
Hanya demi kamu

Tapi aku akan berharap
Aku akan meminta
Aku akan berdoa

Untuk calon imamku dan itu bukan kamu

Jumat, 23 Desember 2016

Pagiku khilafku

Sembari mataku yang masih terlelap
Alunan pangilanmu kian redup terngiang
Entah aku yang terlelap
Mungkin juga karena aku telah terbiasa

Maaf bukan aku tak menghiraukan pangilanMu
Aku terhanyut dalam mimpiku
Dimana dunia menguasai ku
Aku lupa kemana akan kembali

Terlalu lama aku lupa
Terlalu lama aku jauh
Terlalu lama aku tenggelam
Terlalu lama aku terbuai

Dalam dunia

Aku lupa akan kemana aku pergi
Aku lupa kemana aku harus bercerita
Aku lupa kemana aku harus meminta
Aku lupa kemana aku harus menyembah

Bukan pada dunia yang sesaat ini aku akan hidup
Bukan di dunia yang sesaat ini aku harus bahagia

Terlalu aku terlalu bahagia di dunia ini
Aku lupa, aku lupa kemana aku akan pergi
Lihatlah tanah ini,disini aku akan kembali
Menunggu datangnya hari dimana hari itu hari terakhir bumi

Dimana hari aku akan kembali
Dimana aku akan dibangkitkan
Dimana aku akan dihakimi
Dan dimana aku akan diadili

Oh Tuhan maafkan terlalu lambat hamba teringat
Terlalu banyaknya gunung dosaku padaMu
Hanya penyesalan yang mendalam di hati ku
Dan hanya taubatlah yang bisa hamba lakukan

Hanya Seberapa Kita

Yang terbaik pun bisa dicela
Yang paling buruk pun bisa dibela
Mengapa kita menghawatirkan penilaian manusia
Sedang kelak kita akan ditimbang segala amalan kita


Banyak ilmu di dunia tpi mengapa hanya ilmu duniawi
Yang kalian ingin pakai
Sedang ilmu akhirat adalah penyelamat mu

Bukankah dunia itu bulat
Segalanya slalu berputar
Dan semua yang kita lakukan
Akan mendapatkan balasannya

Bukankah kita berasal dari tanah
Dan kita selalu menginjaknya
Sadarkah kamu begitulah
Keadaan kita nanti setelah mati

Bukankah Dia menciptakan malam
Bukan untuk menutup semua cahaya
Tpi memperlihatkan betapa luasnya alam semesta
Dan kita cuma sebagian kecilnya